Posts Tagged ‘IT’

Berbagi Ilmu ala Raksasa Resto Cepat Saji

Yum! Brands memiliki dan mengelola merek-merek resto top yang jaringannya terbesar di dunia, terutama KFC, Pizza Hut dan Taco Bell. Ternyata, ada resep jitu di balik sukses ekspansi internasionalnya: kolaborasi dan berbagi know-how.

Anda mungkin belum kenal brand Taco Bell, resto yang menyajikan hidangan Meksiko. Namun, kemungkinan besar Anda sudah amat kenal dengan merek KFC dan Pizza Hut. Ketiga merek jaringan resto fast food terkenal di dunia ini dimiliki satu perusahaan, yakni Yum! Brands Inc., yang bermarkas di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat.

Wow, Software Analisis dan BI Naik 13,4%

Pengeluaran global untuk BI (business intelligence), analisis dan aplikasi manajemen kinerja naik 13,4% di 2010 dengan menghabiskan dana sekitar US$10,5 miliar, berdasarkan keterangan Gartner. Hasil tersebut menunjukkan pasar BI terus menguat menskipun ekonomi dunia pasang-surut. Tampaknya, konsumen memanfaatkan software untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.
Meskipun software enterprise (bagi para pebisnis) turun 2,5% pada 2009 terkait tingginya resesi global, penjualan BI naik meskipun dalam jumlah yang tidak terlalu tinggi. “Meskipun permintaan pasar konsumen berperang penting, tingginya agresivitas pemasaran atas vendor BI memegang kendali besar,” ujar analis Gartner Dan Sommer.

Menanam Teknologi di Lahan Pertanian

Pasang-surut zaman telah menghiasi seabad lebih usia bisnis Monsanto Company, termasuk kontroversi yang ditimbulkan oleh produk-produk rekayasa genetiknya. Dalam mengarungi bisnis inovatif ini, penerapan bioteknologi nan canggih dipadankan Monsanto dengan pemanfaatan TI mutakhir.

Monsanto. Nama perusahaan ini dikenal khalayak Indonesia lantaran produk pertanian transgeniknya — baik kapas, kedelai, maupun jagung — dari beberapa tahun lalu hingga kini masih menimbulkan kontroversi. Kontroversi seperti ini juga sudah lama berlangsung di Eropa. Yang pasti, benih hasil rekayasa genetik (genetically modified) inovasi Monsanto ini secara umum lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit, dan mampu memberikan hasil panen berlipat dibandingkan benih biasa. Namun, kekhawatiran masih menghantui apakah produk hasil rekayasa genetik ini aman terhadap kesehatan manusia yang mengonsumsinya dalam jangka panjang.

Barang Terpantau, Pelanggan Tak Perlu Risau

Untuk menyederhanakan proses kerja sekaligus meningkatkan layanan bagi pelanggan, perusahaan jasa kurir Tiki JNE mengembangkan sistem berbasis TI yang disebut My-Orion. Bagaimana hasil dan manfaatnya?

“Kalau belanja online, jasa kurirnya pakai Tiki JNE aja. Supaya lu ngerasa secure. Karena lu bisa memantau pergerakan barang yang dibeli secara online,” celoteh seorang pria muda memberi saran kepada temannya yang mau belanja via Internet.

Di dunia belanja online di Tanah Air, nama jasa kurir Tiki JNE (sebutan populer PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir) memang cukup populer dibanding penyedia jasa kurir lainnya. Nyatanya juga cukup banyak toko online (e-store) yang menggunakan jasa Tiki JNE untuk layanan pengiriman barangnya ke konsumen.

Overhaul Infrastruktur TI Citigroup Setelah Bencana Finansial

Kalau saja Pemerintahan Obama tak turun tangan menginjeksikan dana besar-besaran, Citigroup tentu termasuk ikon keuangan dunia yang bakal tumbang didera tsunami finansial akibat masalah subprime mortgage. Demi memulihkan diri, langkah restrukturisasi besar-besaran pun dijalankannya, termasuk di bidang operasional TI.

Sebelum krisis finansial yang diakibatkan macetnya gunungan subprime mortgage di pasar keuangan Amerika Serikat meledak, Citigroup dikenal sebagai salah satu ikon penting industri keuangan negeri itu. Bahkan, ketika pada 2007 rumor mengenai bakal meledaknya masalah kredit macet akibat produk derivatif itu berembus, Charles O. Prince, Chairman dan CEO Citigroup ketika itu, dengan lantang berujar bahwa perusahaannya “masih mampu berdansa”.

Survei Springboard Research: Adopsi Komputasi Awan di Asia Pasifik Makin Cepat

Sebanyak 83% perusahaan berskala besar di Asia Pasifik menilai komputasi Awan sebagai teknologi yang relevan bagi bisnis mereka, persentase ini meningkat lebih dari dua kali lipat dalam 18 bulan terakhir. Demikian hasil survei dari Springboard Research yang disponsori penyedia solusi virtualisasi VMware. Survei terhadap 6.593 responden itu menunjukkan adopsi Awan di tujuh pasar Asia Pasifik meningkat pesat selama 18 bulan terakhir ini, khususnya di kalangan perusahaan berukuran besar.

Selain itu, sebanyak 59% dari firma regional telah menggunakan atau berencana memakai inisiatif Awan, dibandingkan 45% enam bulan lalu dan 22% pada 2009. Organisasi di Jepang dan Australia memimpin adopsi Awan, masing-masing dengan 36% dan 31% telah menjalankan inisiatif yang berkaitan dengan Awan. India dan China adalah yang terdepan dalam hal rencana adopsi, masing-masing 43% dan 39% tengah berencana menerapkan komputasi Awan.

Mengganti Sistem yang Sudah Cekak

Mengelola puluhan merek dan ratusan distributor bukan perkara gampang. Termasuk bagi pemain sekelas Unilever. Bagaimana bila sistem lama tak lagi memadai? Ikutilah pengalaman raja produk toiletries ini.

Dannarjaya H. Sri tampak asyik mengamati layar monitor PC-nya. Rupanya, Business System Head PT Unilever Indonesia ini sedang mencermati deretan angka, yang merupakan laporan data yang dikirimkan para distributor dan salesman dari berbagai tempat secara real-time. “Sebelumnya, laporan data tidak bisa dipantau secara real-time. Pengiriman data lama, sehingga pengambilan keputusan tidak bisa dilakukan secara cepat,” katanya menjelaskan. “Ini karena sistemnya standar, sehingga effort lebih susah,” pria berbadan tegap yang akrab disapa Dannar itu menambahkan.

Bisa Bikin Sendiri, Mengapa Harus Beli Mahal?

Untuk mendukung kegiatan proses bisnis (office) dan penyiaran (broadcast), Trans Corporation memilih mengembangkan sistem sendiri. Selain lebih hemat biaya, apa lagi manfaatnya?

Bisnis media televisi (free-to-air) merupakan industri yang unik dan kompleks. Pasalnya, berbeda dari industri lainnya — di mana konsumen merupakan pembeli (buyer) sekaligus pihak yang mengonsumsi produknya) — dalam industri media televisi terdapat dua konsumen: konsumen pemirsa (audience) dan konsumen pengiklan (advertiser).

Powered by WordPress | Download FreeRingtones for Verizon Online. | Thanks to Highest CD Rates, Ally Bank Rates and Binaural & Isochronic Beats