Posts Tagged ‘Internet’

QVC, Jagoan Bisnis Home Shopping Dunia

Meski bukan pionir di industrinya, QVC mampu berkembang sebagai penguasa industri home shopping yang terus tumbuh. Tak puas dengan fasilitas TV show dan pemesanan via telepon, aneka platform pun disediakan untuk mengedukasi dan melayani pelanggannya.

Di jagat industri home shopping, QVC bukanlah sang pionir. Home Shopping Network (HSN) yang berdiri pada 1977 merupakan perintis yang mengenalkan layanan belanja lewat TV kabel atau TV satelit yang telah terpasang di rumah-rumah. Joseph Segel, entrepreneur asal Philadelphia, baru meluncurkan QVC pada 1986, yang tadinya cuma bertujuan melengkapi keberadaan HSN yang sudah cukup mapan. Nama perusahaan home shopping yang simpel ini tak lain singkatan dari visi Segel dalam menyediakan layanan: Quality, Value, Convenience.

Makin Hot, Bisnis Data Operator Seluler

“Data akan menjadi future of revenue bagi perusahaan telekomunikasi,” ujar Agung Wijanarko, MDS Device Management PT XL Axiata Tbk.
Memang, sekarang bisnis voice dan SMS tidak lagi tumbuh signifikan, bahkan cenderung flat. “Voice dan SMS sudah tidak terlalu menarik. Memang saat ini kontribusinya masih besar dibandingkan data, tetapi pertumbuhannya cenderung menurun,” ungkap Agung.

Tak mengherankan, operator telekomunikasi pun lebih serius menggarap bisnis data ini. Lihat saja Telkomsel, yang mulai mengarahkan bisnisnya secara intensif ke bisnis data. Menurut Sarwoto Atmosutarno, Direktur Utama PT Telkomsel Tbk., dengan jumlah pelanggan SIM card mencapai 242 juta unit, sebenarnya pasar telekomunikasi Indonesia sudah jenuh. Artinya, perlu mengembangkan model bisnis baru untuk menghasilkan revenue. “Sekarang adalah eranya broadband. Telkomsel sendiri akan terus memberikan layanan-layanan terbaru, ” ujar Sarwoto. “Ini yang kami sebut beyond telecommunications era.”

Merebaknya Situs Diskon Indonesia

Akhir 2010 mencuat berita menghebohkan di jagat internet. Groupon, perusahaan startup internet di AS, menolak mentah-mentah tawaran akuisisi Google senilai US$ 6 miliar alias sekira Rp 55 triliun! Tak pelak, berita tersebut menjadi isu hangat di berbagai media massa online dan offline di AS, sekaligus promosi gratis bagi situs yang diluncurkan Andrew Mason (30 tahun) pada Oktober 2008 itu.

Bisnis Groupon sendiri lazim disebut dengan layanan deal of the day, yakni menawarkan kupon diskon, biasanya 50%-90% dari harga normal, untuk menikmati layanan restoran, spa, kursus yoga dan sebagainya. Kupon Groupon, yang hanya tersedia bagi anggota yang telah mendaftar via email, hanya berlaku jika jumlah peminatnya mencapai jumlah tertentu (tipping point). Jika terlampaui, konsumen yang mendaftar berhak atas kupon diskon tersebut. Jika tidak, penawaran akan dibatalkan. Groupon sendiri menarik fee separuh dari nilai kupon yang ditawarkan.

“Kotak Musik” Ajaib Bernama Pandora.com

Tak banyak pemain di era awal gelombang dotcom yang mampu bertahan dan terus berkembang. Dengan model layanan yang fair dan dukungan teknologi mumpuni, Pandora berhasil memperoleh loyalitas dan respek dari semua kalangan.

Di ranah dotcom, masih ada satu pemain era gelombang dotcom pertama (akhir 1990-an hingga awal 2000-an) yang bukan hanya mampu bertahan, tetapi hingga kini masih menunjukkan prospeknya. Namanya Pandora Media Inc. (biasa disebut Pandora.com atau Pandora). Jumlah pengguna layanannya yang terdaftar sampai Februari 2010 mencapai 48 juta orang di Amerika Serikat. Per kuartal akhir 2009, pertama kalinya Pandora berhasil mencatat profit. Pada dasarnya, layanannya adalah distribusi musik secara online (via Internet).

Mari, Menunggang Gelombang

Peluang menjadi digitalpreneur kian terbentang luas, luas sekali. Lihatlah, pengguna gadget terus bertambah. Teknologi informasi berkembang amat pesat. Pasar pun otomatis kian meledak-ledak.

Powered by WordPress | Download FreeRingtones for Verizon Online. | Thanks to Highest CD Rates, Ally Bank Rates and Binaural & Isochronic Beats