
June 6th, 2011

Joko Sugiarsono
Namanya cukup simpel : Gantibaju.com. Tapi, sejauh ini dibandingkan startup lokal kebanyakan, prestasi Gantibaju.com cukup mentereng. Kemenangan kali ini merupakan kemenangan yang kesekian kali. Sebab, pada September 2010, Gantibaju.com terpilih sebagai satu di antara 10 Aplikasi Terbaik di Asia lewat acara yang digagas SingTel bersama lembaga bisnis e27. Pada November 2010, Gantibaju.com juga memperoleh penghargaan juara pertama SparxUp Award kategori e-commerce yang diselenggarakan oleh SemutApiColony dan MediaXasia.
Prestasinya juga bisa dilihat dari perkembangannya. Gantibaju.com didirikan pada Februari 2009 oleh trio Anang Pradipta, Aria Rajasa, dan Setyagus Sucipto. Awalnya didirikan untuk menyediakan kaos dengan desain yang keren, kreatif serta memberikan nilai kebaruan, termasuk untuk kalangan turis. Sebagai situs e-comerce, kini Gantibaju.com telah memiliki komunitas desainer yang terdiri dari sekitar 8 ribu desainer dan lebih dari 15 ribu member. Lebih dari 1500 orang pernah mengirimkan desainnya untuk mengikuti 9 tema desain yang dirilis. Sebagai sebuah entitas bisnis yang sudah beroperasi Gantibaju.com kini diperkuat 15 orang karyawan. Read more »

June 6th, 2011

Joko Sugiarsono
HaloSolo dibuat oleh Andreas Rio bersama mitranya Andy Wahyudi. Menurut Andreas, ide awal sebenarnya sudah ada sejak 2009, dan baru dikembangkan ke dalam web sejak pertengahan 2010 hingga prototipenya sudah bisa diakses seperti sekarang ini. “Ide awalnya muncul ketika banyak teman dan kerabat kami di luar Solo yang kebingungan mencari tempat penginapan dengan rate tertentu berikut informasi fasilitasnya, karena memang belum banyak terdapat di Internet,” ujar Andreas.
Timnya kemudian diperkuat oleh orang yang bertugas sebagai desainer grafis, fotografer, copywriter dan seorang koordinator pemasaran. Investasinya, menurut lelaki kelahiran Tanjungpinang, 11 Mei 1974 ini, tidak terlalu besar, yakni kurang dari Rp 500 ribu, hanya untuk biaya domain dan hosting saja. Pasalnya, semua pembuatan desain web, konten dan keperluan fotografi serta VR (virtual reality), dikerjakan bersama oleh tim ini sendiri. Read more »

June 6th, 2011

Joko Sugiarsono
Nama startup yang dibuat oleh Pascal Christian ini Fonaja. Kalau kita masuk ke website-nya (www.fonaja.com), belum kelihatan apa-apa kecuali sambutan bahwa layanan akan segera diluncurkan. Mungkin karena itu, Pascal memasukkan proposalnya untuk kategori Ide.
Sesuai namanya –mungkin dari kata “telfon aja”– Fonaja dimaksudkan Pascal sebagai sistem telepon PBX virtual pintar (hosted intelligent PBX) yang disebutkannya dapat dikustomisasi dengan mudah dan berbiaya murah. Misalnya, dengan beberapa klik di sistem web-nya nanti pengguna dapat memiliki sebuah nomor telepon lokal yang akan tersambung ke nomor telpon HP, rumah, atau kantor (number masking); atau membuat ekstensi masing-masing untuk staf/karyawan; atau membuat resepsionis digital yang profesional (auto-attendant); dan sebagainya. Prinsip kerja sistemnya adalah fully customizable, cloud service (hosted, tanpa instalasi apapun), dan inbound only (hanya mengatur panggilan masuk).
Read more »

June 3rd, 2011

A. Mohammad B.S.

Data Business Cellular Operator
“Data akan menjadi future of revenue bagi perusahaan telekomunikasi,” ujar Agung Wijanarko, MDS Device Management PT XL Axiata Tbk.
Memang, sekarang bisnis voice dan SMS tidak lagi tumbuh signifikan, bahkan cenderung flat. “Voice dan SMS sudah tidak terlalu menarik. Memang saat ini kontribusinya masih besar dibandingkan data, tetapi pertumbuhannya cenderung menurun,” ungkap Agung.
Tak mengherankan, operator telekomunikasi pun lebih serius menggarap bisnis data ini. Lihat saja Telkomsel, yang mulai mengarahkan bisnisnya secara intensif ke bisnis data. Menurut Sarwoto Atmosutarno, Direktur Utama PT Telkomsel Tbk., dengan jumlah pelanggan SIM card mencapai 242 juta unit, sebenarnya pasar telekomunikasi Indonesia sudah jenuh. Artinya, perlu mengembangkan model bisnis baru untuk menghasilkan revenue. “Sekarang adalah eranya broadband. Telkomsel sendiri akan terus memberikan layanan-layanan terbaru, ” ujar Sarwoto. “Ini yang kami sebut beyond telecommunications era.” Read more »

June 3rd, 2011

Joko Sugiarsono

Garry Copeland, Director of British Airways Engineering
Bagi maskapai besar sekelas British Airways, mengelola secara in-house urusan maintenance, repair & overhaul (MRO) armada pesawatnya memang lebih murah. Apa yang mendorong maskapai beromset US$ 12 miliar ini kemudian mengomersialkan kapabilitas MRO-nya?
Di dunia bisnis penerbangan, faktor keberhasilan bukan cuma dilihat dari seberapa banyak sebuah maskapai mampu membawa terbang penumpang. Bukan pula hanya dari berapa banyak frekuensi terbang armada pesawatnya. Sekarang, urusan pemeliharaan (maintenance) pesawat juga dianggap amat penting bagi keberhasilan sebuah maskapai mendatangkan laba. Read more »

May 23rd, 2011

Ellyzar Zachra

Amazon.com
Amazon.com Inc, ritel online terbesar di dunia, mengklaim penjualan buku eletronik mereka berhasil melampaui buku cetak untuk pertama kali. Ini menjadi bukti dominasi besar-besaran produk baca buku digital, Kindle.
Amazon berhasil menjual 105 juta buku elektrik, jumlah yang lebih besar jika dibandingkan 100 buku yang dicetak dalam jenis buku yang sama, ujar perusahaan yang berbasis di Seattle ini dalam keterangan pers. Penjualan buku di AS memegang peranan penting bagi perusahaan terkait pertumbuhan pesat konsumen negara itu dalam satu dekade.
Read more »

May 16th, 2011

Joko Sugiarsono

Mark Showers, Monsanto CIO
Pasang-surut zaman telah menghiasi seabad lebih usia bisnis Monsanto Company, termasuk kontroversi yang ditimbulkan oleh produk-produk rekayasa genetiknya. Dalam mengarungi bisnis inovatif ini, penerapan bioteknologi nan canggih dipadankan Monsanto dengan pemanfaatan TI mutakhir.
Monsanto. Nama perusahaan ini dikenal khalayak Indonesia lantaran produk pertanian transgeniknya — baik kapas, kedelai, maupun jagung — dari beberapa tahun lalu hingga kini masih menimbulkan kontroversi. Kontroversi seperti ini juga sudah lama berlangsung di Eropa. Yang pasti, benih hasil rekayasa genetik (genetically modified) inovasi Monsanto ini secara umum lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit, dan mampu memberikan hasil panen berlipat dibandingkan benih biasa. Namun, kekhawatiran masih menghantui apakah produk hasil rekayasa genetik ini aman terhadap kesehatan manusia yang mengonsumsinya dalam jangka panjang. Read more »