Archive for the ‘Headline’ Category

Selamat Datang di Kampus-kampus Online

Untuk mendukung kegiatan akademis dan proses belajar-mengajar, sejumlah perguruan tinggi di Indonesia menerapkan sistem TI terpadu dan online. Seperti apa praktiknya dan apa manfaat yang sudah dipetik?

Betapa panjang dan melelahkan jika harus menangani ribuan, bahkan puluhan ribu, mahasiswa yang mengantre mengurus administrasi perkuliahan pada waktu bersamaan. Buat mahasiswa, bisa jadi urusan tersebut juga menjengkelkan, karena harus dilakukan tiap awal dan akhir semester. Di awal semester, selain antre membayar SPP, mahasiswa juga kudu mengambil formulir, berkonsultasi dan mengajukan Kartu Rencana Studi (KRS). Di akhir semester, meski libur kuliah, mahasiswa belum tenang kalau Kartu Hasil Studi (KHS) belum diambil. Lagi-lagi, ini juga harus antre.

Jalan Panjang Hard Rock Menyenangkan Pelanggan

Karena jumlah pelanggannya tak henti bertambah, Hard Rock pun tak henti memperbaiki sistem pelayanan pelanggannya (CRM). Yang mutakhir, dengan menunggangi tren teknologi terbaru, sistem mobile-CRM diterapkan jagoan bisnis hospitality kontemporer ini.

Hard Rock telah dianggap sebagai salah satu ikon budaya kontemporer, jauh sebelum nama-nama jagoan media sosial seperti YouTube, Facebook dan Twitter membawa gelombang kultural jenis lainnya. Kehadiran para pengguncang budaya baru ini bukannya memupuskan nama Hard Rock, tetapi malah seperti memantapkannya pada posisi tersendiri, yakni sebagai jagoan bisnis hospitality, terutama buat kalangan pencinta musik. Salah satu buktinya, Hard Rock juga cukup piawai memanfaatkan dunia online dan jejaring sosial Facebook, Twitter, ataupun YouTube untuk kebutuhan promosinya.

DeviantART, Komunitas Online Seniman Sejagat

Di era ketika orang belum mengenal istilah media sosial, Angelo Sotira dkk. sudah menyuguhkan fitur-fiturnya lewat deviantART.com. Dengan loyalitas anggotanya, model bisnis yang realistis, dan inovasi tak henti, deviantART menjadi portal komunitas para seniman terbesar di dunia yang terus berkembang.

“Without deviation from the norm, progress is not possible”. Kata-kata provokatif dari Frank Vincent Zappa — komposer dan pemusik legendaris Amerika Serikat yang wafat pada Desember 1993 dalam usia 52 tahun – ini rupanya membekas betul di benak Angelo Sotira, yang memang mengagumi sosok Zappa. Maka, ketika anak muda kelahiran Yunani 14 Februari 1981 ini membesut bisnis digital start-up untuk ranah art (seni) pada tahun 2000 ia memakai nama deviantART (www.deviantart.com). “We love our name,” ujarnya bangga.

Investasi Juga Butuh Rem dan Persneling

Untuk memberi rasa aman kepada nasabahnya (pemegang polis) dalam urusan investasi, Generali Indonesia mengembangkan sistem otomatis untuk memantau investasi nasabah yang disebut Auto Risk Management System. Apa saja manfaatnya?

The future can’t be predicted. Oleh karena itulah, berkembang produk asuransi. Namun, sebagai sebuah skema investasi, bukan berarti orang yang berasuransi bebas dari rasa khawatir. Sebab, portofolio investasi yang dijalankan perusahaan asuransi pun tak lepas dari risiko.

Dari Cost Centre Menjadi Profit Centre

Bagi maskapai besar sekelas British Airways, mengelola secara in-house urusan maintenance, repair & overhaul (MRO) armada pesawatnya memang lebih murah. Apa yang mendorong maskapai beromset US$ 12 miliar ini kemudian mengomersialkan kapabilitas MRO-nya?

Di dunia bisnis penerbangan, faktor keberhasilan bukan cuma dilihat dari seberapa banyak sebuah maskapai mampu membawa terbang penumpang. Bukan pula hanya dari berapa banyak frekuensi terbang armada pesawatnya. Sekarang, urusan pemeliharaan (maintenance) pesawat juga dianggap amat penting bagi keberhasilan sebuah maskapai mendatangkan laba.

Agar Lebih Amanah dalam Mengelola Dana Umat

Untuk mendukung proses bisnis dalam hal menerima, mengelola, dan menyalurkan dana ZIS dari para donatur, Rumah Zakat terus menyempurnakan sistemnya yang berbasis TI. Kini, sungguh jauh dari kesan tradisional, bahkan manajemennya mirip bank modern.

“Halo, ini Rumah Zakat, ya? Saya mau bayar zakat, sekalian mau infak,” kata seorang pria di ujung telepon sana. “Betul, Pak. Alamat Bapak di mana? Nanti ZIS Consultant Rumah Zakat akan mendatangi rumah Bapak, dan melakukan akad dan ijab kabul di sana,” jawab seorang staf layanan pelanggan Rumah Zakat (RZ) dengan ramah.

Percakapan via telepon antara calon muzakki (donatur) dan staf layanan pelanggan RZ tersebut merupakan gambaran sepintas salah satu bentuk layanan lembaga zakat yang berdiri pada 1998 itu. Selain via telepon, para donatur yang akan membayar zakat, infak dan sedekah (ZIS) melalui RZ bisa mendatangi langsung kantor cabang, melalui pesan layanan SMS center, call center, ataupun website-nya (www.rumahzakat.org). “Sesuai fungsinya sebagai lembaga zakat, kami terus melakukan improvement dalam proses bisnis. Tentunya, teknologi informasi (TI) berperan penting dalam mendukung proses itu,” ujar Muhammad Trieha, Sekretaris Perusahaan RZ.

Menanam Teknologi di Lahan Pertanian

Pasang-surut zaman telah menghiasi seabad lebih usia bisnis Monsanto Company, termasuk kontroversi yang ditimbulkan oleh produk-produk rekayasa genetiknya. Dalam mengarungi bisnis inovatif ini, penerapan bioteknologi nan canggih dipadankan Monsanto dengan pemanfaatan TI mutakhir.

Monsanto. Nama perusahaan ini dikenal khalayak Indonesia lantaran produk pertanian transgeniknya — baik kapas, kedelai, maupun jagung — dari beberapa tahun lalu hingga kini masih menimbulkan kontroversi. Kontroversi seperti ini juga sudah lama berlangsung di Eropa. Yang pasti, benih hasil rekayasa genetik (genetically modified) inovasi Monsanto ini secara umum lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit, dan mampu memberikan hasil panen berlipat dibandingkan benih biasa. Namun, kekhawatiran masih menghantui apakah produk hasil rekayasa genetik ini aman terhadap kesehatan manusia yang mengonsumsinya dalam jangka panjang.

PhaseDev: Diperkuat Programmer Berprestasi Internasional

“ Jangan matikan komputer ini, sampai kertas pengumuman ini dicabut.” Demikian bunyi peringatan yang menempel pada sebuah layar LCD Apple 21. Tentunya, tulisan di kertas karton putih itu bukan tanpa maksud. Ada sebuah proses pemrograman aplikasi yang sedang berjalan, sehingga PC harus dalam posisi on. Sementara itu, belasan programmer dan web designer tampak serius memelototi layar monitor PC masing-masing. Di meja mereka, tergeletak beberapa gadget seperti iPad, Galaxy Tab, ataupun BlackBerry, dengan kabel data terhubung ke PC. Kendati mereka serius mengerjakan tugas masing-masing, atmosfer kerja terlihat cukup fun. Tata ruangan yang terbuka (tanpa sekat kubikel), gaya pakaian kasual, dan kadang-kadang canda menyelingi keseriusan mereka.

Pertarungan Panas Produk Personal Technology

Tahun ini pasar produk-produk personal technology — baik gadget maupun aplikasinya — di Tanah Air bakal makin meriah. Sejumlah vendor telah menyiapkan amunisinya untuk bertarung sengit, termasuk dengan menggandeng para apps developer lokal.

Pada ajang penganugerahan Golden Globe Januari lalu di Beverly Hills, California, Amerika Serikat, film The Social Network terpilih sebagai Film Drama Terbaik. Film yang mengisahkan perjuangan pendiri situs jejaring sosial Facebook, Mark Zuckerberg, itu juga meraih tiga penghargaan bergengsi lainnya.

Pemasaran Produk MID: Berlomba Mengandalkan Gaya Hidup

Booming produk mobile Internet device di Indonesia ternyata lebih banyak dipengaruhi faktor gaya hidup. Produsen berlomba mengedepankan unsur gaya hidup ketimbang kecanggihan produknya.

Dalam beberapa tahun terakhir, penjualan produk personal technology meledak. Produk mobile

Internet device (MID) ini menjadi buruan konsumen, baik segmen premium maupun segmen pasar menengah, bahkan segmen di bawahnya.

Powered by WordPress | Download FreeRingtones for Verizon Online. | Thanks to Highest CD Rates, Ally Bank Rates and Binaural & Isochronic Beats