Archive for the ‘IT Best Practices’ Category

Pemasaran Produk MID: Berlomba Mengandalkan Gaya Hidup

Booming produk mobile Internet device di Indonesia ternyata lebih banyak dipengaruhi faktor gaya hidup. Produsen berlomba mengedepankan unsur gaya hidup ketimbang kecanggihan produknya.

Dalam beberapa tahun terakhir, penjualan produk personal technology meledak. Produk mobile

Internet device (MID) ini menjadi buruan konsumen, baik segmen premium maupun segmen pasar menengah, bahkan segmen di bawahnya.

Citra Boleh Ndeso, Proses Bisnis Tetap Modern

Untuk memudahkan sistem pelaporan dan pertukaran informasi antarcabang, pengelola resto Bumbu Desa mengadopsi solusi berbasis Web dengan layanan SaaS, yang relatif simpel dan murah. Bagaimana hasilnya?

“Sekarang, jualan sambal pun harus berbasis teknologi informasi,” celetuk Arief Wirawangsadita sambil tertawa. Namun, ucapan pendiri dan Preskom PT Bumbu Desa tersebut bukan sekadar gurauan. Bisnis jaringan resto yang dikembangkan Arief sejak September 2004 yang mampu tumbuh pesat itu memang dikelola dengan bantuan TI.

Berbenah Data Ala Jagoan Bisnis Transportasi

Pengelolaan informasi dan database tak bisa dianggap sepele. U.S. Xpress, salah satu raksasa bisnis transportasi Amerika Serikat yang dikenal inovatif dalam pemanfaatan TI, sempat kelabakan. Bagaimana langkah pembenahannya?

Service that matters, driven by innovation. Siapa sangka yang punya moto canggih ini adalah perusahaan transportasi yang mengelola banyak truk dan trailer. Perusahaan ini adalah U.S. Xpress Enterprises.

Didirikan pada 1985 oleh Patrick Quinn dan Max Fuller, sekarang U.S. Xpress merupakan grup perusahaan transportasi swasta terbesar ketiga di Amerika Utara yang melayani aneka ragam solusi transportasi di seantero kawasan tersebut. Selain melayani pelanggannya dari seantero AS, perusahaan transportasi ini juga memenuhi kebutuhan pelanggan dari provinsi perbatasan di Kanada dan banyak tempat di Meksiko. Armadanya sekarang mencakup sekitar 8 ribu truk dan 22 ribu trailer.

Barang Terpantau, Pelanggan Tak Perlu Risau

Untuk menyederhanakan proses kerja sekaligus meningkatkan layanan bagi pelanggan, perusahaan jasa kurir Tiki JNE mengembangkan sistem berbasis TI yang disebut My-Orion. Bagaimana hasil dan manfaatnya?

“Kalau belanja online, jasa kurirnya pakai Tiki JNE aja. Supaya lu ngerasa secure. Karena lu bisa memantau pergerakan barang yang dibeli secara online,” celoteh seorang pria muda memberi saran kepada temannya yang mau belanja via Internet.

Di dunia belanja online di Tanah Air, nama jasa kurir Tiki JNE (sebutan populer PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir) memang cukup populer dibanding penyedia jasa kurir lainnya. Nyatanya juga cukup banyak toko online (e-store) yang menggunakan jasa Tiki JNE untuk layanan pengiriman barangnya ke konsumen.

Ikut Menjaga Bumi dengan Green ICT

Dalam upaya mengurangi emisi karbon dan pemanasan global, kalangan korporasi dituntut ikut berperan. Salah satunya dengan menerapkan praktik green ICT. Seperti apakah?

Don’t let your old gadgets go in the dumpster! Begitulah seruan kalangan pencinta lingkungan sejalan dengan meningkatnya volume limbah elektronik (e-waste) yang dihasilkan sektor teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Akibat dari e-waste ini adalah meningkatnya emisi karbon (CO2) dan pemanasan global.

Agar Tak Ada Lagi Kasus “Paspor Gayus”

Ditjen Imigrasi telah mengembangkan sistem electronic office (e-Office). Di antara modulnya ada yang dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat, seperti e-paspor. Ada pula yang ditujukan untuk simplifikasi dan standardisasi proses kerja internal ditjen ini.

Masih ingat kasus paspor ganda dan palsu terpidana mafia pajak Gayus Tambunan, yang menggunakan nama samaran Sony Laksono? Asal tahu saja, kabarnya Gayus juga memiliki paspor palsu negara Guyana, dengan nama Yosep Morris. Tentu dengan tampilan foto yang berbeda. Kan aneka rupa wig dan kacamata – sebagai pembeda penampilan – gampang diperoleh.

“Kotak Musik” Ajaib Bernama Pandora.com

Tak banyak pemain di era awal gelombang dotcom yang mampu bertahan dan terus berkembang. Dengan model layanan yang fair dan dukungan teknologi mumpuni, Pandora berhasil memperoleh loyalitas dan respek dari semua kalangan.

Di ranah dotcom, masih ada satu pemain era gelombang dotcom pertama (akhir 1990-an hingga awal 2000-an) yang bukan hanya mampu bertahan, tetapi hingga kini masih menunjukkan prospeknya. Namanya Pandora Media Inc. (biasa disebut Pandora.com atau Pandora). Jumlah pengguna layanannya yang terdaftar sampai Februari 2010 mencapai 48 juta orang di Amerika Serikat. Per kuartal akhir 2009, pertama kalinya Pandora berhasil mencatat profit. Pada dasarnya, layanannya adalah distribusi musik secara online (via Internet).

UKM pun Pantas Pakai ERP

Aplikasi bisnis sejenis ERP yang selama ini dinikmati perusahaan menengah-besar pun diminati UKM. Asalkan, harga solusinya jauh lebih bersahabat dan waktu implementasinya lebih singkat.

Aplikasi korporat yang dikenal dengan istilah ERP (enterprise resources planning) selama ini identik dengan perusahaan berskala menengah-besar. Maklumlah, selain dikenal biaya lisensinya sangat mahal, waktu untuk implementasinya pun cukup panjang. Sudah begitu, bisa saja implementasinya gagal lantaran tak sesuai dengan skala dan model bisnis. Tak mengherankan, selama ini ERP dianggap bukan ranahnya usaha kecil-menengah (UKM).

Overhaul Infrastruktur TI Citigroup Setelah Bencana Finansial

Kalau saja Pemerintahan Obama tak turun tangan menginjeksikan dana besar-besaran, Citigroup tentu termasuk ikon keuangan dunia yang bakal tumbang didera tsunami finansial akibat masalah subprime mortgage. Demi memulihkan diri, langkah restrukturisasi besar-besaran pun dijalankannya, termasuk di bidang operasional TI.

Sebelum krisis finansial yang diakibatkan macetnya gunungan subprime mortgage di pasar keuangan Amerika Serikat meledak, Citigroup dikenal sebagai salah satu ikon penting industri keuangan negeri itu. Bahkan, ketika pada 2007 rumor mengenai bakal meledaknya masalah kredit macet akibat produk derivatif itu berembus, Charles O. Prince, Chairman dan CEO Citigroup ketika itu, dengan lantang berujar bahwa perusahaannya “masih mampu berdansa”.

Komunikasi Mulus, Aset Migas Terurus

Dengan memadukan solusi ERP, BPM dan teknologi Unified Communication, manajemen PT Medco E&P Internasional tak lagi kesulitan memantau area produksi-eksplorasinya yang tersebar di seantero Nusantara.

Nama PT Medco E&P Internasional (MEPI), anak usaha MedcoEnergi di arena bisnis nasional, khususnya di industri migas, sudah tersohor. Sebagai salah satu pemain besar, kelompok usaha milik keluarga Panigoro ini mempunyai sekitar 22 kontrak area eksplorasi migas yang tersebar dari ujung Sumatera (Langsa, Nangroe Aceh Darussalam) hingga Senoro di Sulawesi. Tantangan yang kemudian muncul, bagaimana jajaran manajemen MedcoEnergi bisa memperoleh informasi mutakhir mengenai aset produksinya dan tetap terjalin komunikasi dengan tim di lapangan.

Powered by WordPress | Download FreeRingtones for Verizon Online. | Thanks to Highest CD Rates, Ally Bank Rates and Binaural & Isochronic Beats