Archive for the ‘IT Best Practices’ Category

Abe’s Market, Sang Story-Teller Jempolan

Usia online marketplace khusus produk alami dan organik ini masih amat muda. Toh, dengan platform teknologinya yang interaktif dan pesona story-telling dari produk yang dijajakan, situs e-commerce ini dicintai tak hanya oleh mitra penjualnya, tetapi juga para konsumen.

Produk alami dan organik kini makin ngetren di berbagai belahan dunia. Penggemarnya makin banyak, seiring kesadaran orang untuk lebih sehat dan peduli lingkungan. Produsen dan pemasar produknya pun makin populer di mata media.

QVC, Jagoan Bisnis Home Shopping Dunia

Meski bukan pionir di industrinya, QVC mampu berkembang sebagai penguasa industri home shopping yang terus tumbuh. Tak puas dengan fasilitas TV show dan pemesanan via telepon, aneka platform pun disediakan untuk mengedukasi dan melayani pelanggannya.

Di jagat industri home shopping, QVC bukanlah sang pionir. Home Shopping Network (HSN) yang berdiri pada 1977 merupakan perintis yang mengenalkan layanan belanja lewat TV kabel atau TV satelit yang telah terpasang di rumah-rumah. Joseph Segel, entrepreneur asal Philadelphia, baru meluncurkan QVC pada 1986, yang tadinya cuma bertujuan melengkapi keberadaan HSN yang sudah cukup mapan. Nama perusahaan home shopping yang simpel ini tak lain singkatan dari visi Segel dalam menyediakan layanan: Quality, Value, Convenience.

Selamat Datang di Kampus-kampus Online

Untuk mendukung kegiatan akademis dan proses belajar-mengajar, sejumlah perguruan tinggi di Indonesia menerapkan sistem TI terpadu dan online. Seperti apa praktiknya dan apa manfaat yang sudah dipetik?

Betapa panjang dan melelahkan jika harus menangani ribuan, bahkan puluhan ribu, mahasiswa yang mengantre mengurus administrasi perkuliahan pada waktu bersamaan. Buat mahasiswa, bisa jadi urusan tersebut juga menjengkelkan, karena harus dilakukan tiap awal dan akhir semester. Di awal semester, selain antre membayar SPP, mahasiswa juga kudu mengambil formulir, berkonsultasi dan mengajukan Kartu Rencana Studi (KRS). Di akhir semester, meski libur kuliah, mahasiswa belum tenang kalau Kartu Hasil Studi (KHS) belum diambil. Lagi-lagi, ini juga harus antre.

Jalan Panjang Hard Rock Menyenangkan Pelanggan

Karena jumlah pelanggannya tak henti bertambah, Hard Rock pun tak henti memperbaiki sistem pelayanan pelanggannya (CRM). Yang mutakhir, dengan menunggangi tren teknologi terbaru, sistem mobile-CRM diterapkan jagoan bisnis hospitality kontemporer ini.

Hard Rock telah dianggap sebagai salah satu ikon budaya kontemporer, jauh sebelum nama-nama jagoan media sosial seperti YouTube, Facebook dan Twitter membawa gelombang kultural jenis lainnya. Kehadiran para pengguncang budaya baru ini bukannya memupuskan nama Hard Rock, tetapi malah seperti memantapkannya pada posisi tersendiri, yakni sebagai jagoan bisnis hospitality, terutama buat kalangan pencinta musik. Salah satu buktinya, Hard Rock juga cukup piawai memanfaatkan dunia online dan jejaring sosial Facebook, Twitter, ataupun YouTube untuk kebutuhan promosinya.

DeviantART, Komunitas Online Seniman Sejagat

Di era ketika orang belum mengenal istilah media sosial, Angelo Sotira dkk. sudah menyuguhkan fitur-fiturnya lewat deviantART.com. Dengan loyalitas anggotanya, model bisnis yang realistis, dan inovasi tak henti, deviantART menjadi portal komunitas para seniman terbesar di dunia yang terus berkembang.

“Without deviation from the norm, progress is not possible”. Kata-kata provokatif dari Frank Vincent Zappa — komposer dan pemusik legendaris Amerika Serikat yang wafat pada Desember 1993 dalam usia 52 tahun – ini rupanya membekas betul di benak Angelo Sotira, yang memang mengagumi sosok Zappa. Maka, ketika anak muda kelahiran Yunani 14 Februari 1981 ini membesut bisnis digital start-up untuk ranah art (seni) pada tahun 2000 ia memakai nama deviantART (www.deviantart.com). “We love our name,” ujarnya bangga.

Investasi Juga Butuh Rem dan Persneling

Untuk memberi rasa aman kepada nasabahnya (pemegang polis) dalam urusan investasi, Generali Indonesia mengembangkan sistem otomatis untuk memantau investasi nasabah yang disebut Auto Risk Management System. Apa saja manfaatnya?

The future can’t be predicted. Oleh karena itulah, berkembang produk asuransi. Namun, sebagai sebuah skema investasi, bukan berarti orang yang berasuransi bebas dari rasa khawatir. Sebab, portofolio investasi yang dijalankan perusahaan asuransi pun tak lepas dari risiko.

Dari Cost Centre Menjadi Profit Centre

Bagi maskapai besar sekelas British Airways, mengelola secara in-house urusan maintenance, repair & overhaul (MRO) armada pesawatnya memang lebih murah. Apa yang mendorong maskapai beromset US$ 12 miliar ini kemudian mengomersialkan kapabilitas MRO-nya?

Di dunia bisnis penerbangan, faktor keberhasilan bukan cuma dilihat dari seberapa banyak sebuah maskapai mampu membawa terbang penumpang. Bukan pula hanya dari berapa banyak frekuensi terbang armada pesawatnya. Sekarang, urusan pemeliharaan (maintenance) pesawat juga dianggap amat penting bagi keberhasilan sebuah maskapai mendatangkan laba.

Agar Lebih Amanah dalam Mengelola Dana Umat

Untuk mendukung proses bisnis dalam hal menerima, mengelola, dan menyalurkan dana ZIS dari para donatur, Rumah Zakat terus menyempurnakan sistemnya yang berbasis TI. Kini, sungguh jauh dari kesan tradisional, bahkan manajemennya mirip bank modern.

“Halo, ini Rumah Zakat, ya? Saya mau bayar zakat, sekalian mau infak,” kata seorang pria di ujung telepon sana. “Betul, Pak. Alamat Bapak di mana? Nanti ZIS Consultant Rumah Zakat akan mendatangi rumah Bapak, dan melakukan akad dan ijab kabul di sana,” jawab seorang staf layanan pelanggan Rumah Zakat (RZ) dengan ramah.

Percakapan via telepon antara calon muzakki (donatur) dan staf layanan pelanggan RZ tersebut merupakan gambaran sepintas salah satu bentuk layanan lembaga zakat yang berdiri pada 1998 itu. Selain via telepon, para donatur yang akan membayar zakat, infak dan sedekah (ZIS) melalui RZ bisa mendatangi langsung kantor cabang, melalui pesan layanan SMS center, call center, ataupun website-nya (www.rumahzakat.org). “Sesuai fungsinya sebagai lembaga zakat, kami terus melakukan improvement dalam proses bisnis. Tentunya, teknologi informasi (TI) berperan penting dalam mendukung proses itu,” ujar Muhammad Trieha, Sekretaris Perusahaan RZ.

Menanam Teknologi di Lahan Pertanian

Pasang-surut zaman telah menghiasi seabad lebih usia bisnis Monsanto Company, termasuk kontroversi yang ditimbulkan oleh produk-produk rekayasa genetiknya. Dalam mengarungi bisnis inovatif ini, penerapan bioteknologi nan canggih dipadankan Monsanto dengan pemanfaatan TI mutakhir.

Monsanto. Nama perusahaan ini dikenal khalayak Indonesia lantaran produk pertanian transgeniknya — baik kapas, kedelai, maupun jagung — dari beberapa tahun lalu hingga kini masih menimbulkan kontroversi. Kontroversi seperti ini juga sudah lama berlangsung di Eropa. Yang pasti, benih hasil rekayasa genetik (genetically modified) inovasi Monsanto ini secara umum lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit, dan mampu memberikan hasil panen berlipat dibandingkan benih biasa. Namun, kekhawatiran masih menghantui apakah produk hasil rekayasa genetik ini aman terhadap kesehatan manusia yang mengonsumsinya dalam jangka panjang.

Powered by WordPress | Download FreeRingtones for Verizon Online. | Thanks to Highest CD Rates, Ally Bank Rates and Binaural & Isochronic Beats