Archive for the ‘National’ Category

Citra Boleh Ndeso, Proses Bisnis Tetap Modern

Untuk memudahkan sistem pelaporan dan pertukaran informasi antarcabang, pengelola resto Bumbu Desa mengadopsi solusi berbasis Web dengan layanan SaaS, yang relatif simpel dan murah. Bagaimana hasilnya?

“Sekarang, jualan sambal pun harus berbasis teknologi informasi,” celetuk Arief Wirawangsadita sambil tertawa. Namun, ucapan pendiri dan Preskom PT Bumbu Desa tersebut bukan sekadar gurauan. Bisnis jaringan resto yang dikembangkan Arief sejak September 2004 yang mampu tumbuh pesat itu memang dikelola dengan bantuan TI.

Barang Terpantau, Pelanggan Tak Perlu Risau

Untuk menyederhanakan proses kerja sekaligus meningkatkan layanan bagi pelanggan, perusahaan jasa kurir Tiki JNE mengembangkan sistem berbasis TI yang disebut My-Orion. Bagaimana hasil dan manfaatnya?

“Kalau belanja online, jasa kurirnya pakai Tiki JNE aja. Supaya lu ngerasa secure. Karena lu bisa memantau pergerakan barang yang dibeli secara online,” celoteh seorang pria muda memberi saran kepada temannya yang mau belanja via Internet.

Di dunia belanja online di Tanah Air, nama jasa kurir Tiki JNE (sebutan populer PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir) memang cukup populer dibanding penyedia jasa kurir lainnya. Nyatanya juga cukup banyak toko online (e-store) yang menggunakan jasa Tiki JNE untuk layanan pengiriman barangnya ke konsumen.

Ikut Menjaga Bumi dengan Green ICT

Dalam upaya mengurangi emisi karbon dan pemanasan global, kalangan korporasi dituntut ikut berperan. Salah satunya dengan menerapkan praktik green ICT. Seperti apakah?

Don’t let your old gadgets go in the dumpster! Begitulah seruan kalangan pencinta lingkungan sejalan dengan meningkatnya volume limbah elektronik (e-waste) yang dihasilkan sektor teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Akibat dari e-waste ini adalah meningkatnya emisi karbon (CO2) dan pemanasan global.

Agar Tak Ada Lagi Kasus “Paspor Gayus”

Ditjen Imigrasi telah mengembangkan sistem electronic office (e-Office). Di antara modulnya ada yang dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat, seperti e-paspor. Ada pula yang ditujukan untuk simplifikasi dan standardisasi proses kerja internal ditjen ini.

Masih ingat kasus paspor ganda dan palsu terpidana mafia pajak Gayus Tambunan, yang menggunakan nama samaran Sony Laksono? Asal tahu saja, kabarnya Gayus juga memiliki paspor palsu negara Guyana, dengan nama Yosep Morris. Tentu dengan tampilan foto yang berbeda. Kan aneka rupa wig dan kacamata – sebagai pembeda penampilan – gampang diperoleh.

Komunikasi Mulus, Aset Migas Terurus

Dengan memadukan solusi ERP, BPM dan teknologi Unified Communication, manajemen PT Medco E&P Internasional tak lagi kesulitan memantau area produksi-eksplorasinya yang tersebar di seantero Nusantara.

Nama PT Medco E&P Internasional (MEPI), anak usaha MedcoEnergi di arena bisnis nasional, khususnya di industri migas, sudah tersohor. Sebagai salah satu pemain besar, kelompok usaha milik keluarga Panigoro ini mempunyai sekitar 22 kontrak area eksplorasi migas yang tersebar dari ujung Sumatera (Langsa, Nangroe Aceh Darussalam) hingga Senoro di Sulawesi. Tantangan yang kemudian muncul, bagaimana jajaran manajemen MedcoEnergi bisa memperoleh informasi mutakhir mengenai aset produksinya dan tetap terjalin komunikasi dengan tim di lapangan.

Alih Daya Pengelolaan Administrasi Klaim Asuransi

Supaya lebih fokus pada bisnis inti dan tidak dipusingkan masalah administrasi dan klaim, sejumlah perusahaan asuransi memilih model third party administrator untuk melayani pelanggannya. Seperti apa manfaatnya?

Pagi hari di sebuah rumah sakit (RS) di Jakarta. Seorang pria setengah baya, setelah mendapat giliran, mendatangi meja pendaftaran. “Saya mau check-up,” ucap pria itu sambil mengeluarkan kartu peserta kesehatan (e-Health card) dari sebuah perusahaan asuransi. Pegawai administrasi RS itu pun tampak paham maksud calon pasiennya. Ia pun mengambil kartu yang disodorkan pria tadi dan menggesekkannya pada terminal electronic data capture yang tersedia. Mesin EDC ini mencetak letter of authorization dan disetujui. “Silakan Bapak menuju Ruang Mawar untuk melakukan perawatan,” ujar pegawa

Mengganti Sistem yang Sudah Cekak

Mengelola puluhan merek dan ratusan distributor bukan perkara gampang. Termasuk bagi pemain sekelas Unilever. Bagaimana bila sistem lama tak lagi memadai? Ikutilah pengalaman raja produk toiletries ini.

Dannarjaya H. Sri tampak asyik mengamati layar monitor PC-nya. Rupanya, Business System Head PT Unilever Indonesia ini sedang mencermati deretan angka, yang merupakan laporan data yang dikirimkan para distributor dan salesman dari berbagai tempat secara real-time. “Sebelumnya, laporan data tidak bisa dipantau secara real-time. Pengiriman data lama, sehingga pengambilan keputusan tidak bisa dilakukan secara cepat,” katanya menjelaskan. “Ini karena sistemnya standar, sehingga effort lebih susah,” pria berbadan tegap yang akrab disapa Dannar itu menambahkan.

Agar Tak Dipusingkan Tumpukan Dokumen

Bagi perusahaan besar yang memiliki karyawan dan pelanggan banyak, mengelola dokumen bukanlah perkara mudah. Solusi yang bisa diambil adalah digitalisasi dokumen, seperti dicontohkan Lintasarta dan Multipolar.

“Perusahaan kami berminat pasang jaringan ke Lintasarta. Tolong dong, dibuatkan penawarannya,” ucap seorang calon pelanggan. Tim penjualan Lintasarta pun membuatkan surat penawaran. Setelah calon pelanggan setuju berlangganan, dibuatlah formulir berlangganan. Selanjutnya: diberikan surat perintah kerja (SPK) dari pelanggan, surat kontrak kerja sama, deployment jaringan, user testing hingga berita acara operasional.

Bisa Bikin Sendiri, Mengapa Harus Beli Mahal?

Untuk mendukung kegiatan proses bisnis (office) dan penyiaran (broadcast), Trans Corporation memilih mengembangkan sistem sendiri. Selain lebih hemat biaya, apa lagi manfaatnya?

Bisnis media televisi (free-to-air) merupakan industri yang unik dan kompleks. Pasalnya, berbeda dari industri lainnya — di mana konsumen merupakan pembeli (buyer) sekaligus pihak yang mengonsumsi produknya) — dalam industri media televisi terdapat dua konsumen: konsumen pemirsa (audience) dan konsumen pengiklan (advertiser).

Powered by WordPress | Download FreeRingtones for Verizon Online. | Thanks to Highest CD Rates, Ally Bank Rates and Binaural & Isochronic Beats