Archive for the ‘National’ Category

Kalau Bisa Cepat, Mengapa Harus Lama?

Guna mendukung proses bisnis dan mempercepat pelayanan kepada pelanggannya, jaringan Apotek K-24 yang terdiri dari hampir 300 gerai dan tersebar dari Sabang sampai Merauke menggunakan sistem TI yang dikembangkan sendiri. Apa manfaat yang dirasakan?

“Lama banget, Mbak. Saya sudah nunggu lebih dari 30 menit, lho,” kata seorang pria setengah baya dengan raut muka masam. “Iya, Pak. Kami mohon maaf, Bapak harus menunggu. Obat-obatnya masih dicari. Kebetulan obat-obat yang dituliskan dalam resep yang Bapak berikan cukup banyak dan harus diracik,” ujar karyawan apotek itu memberi penjelasan.

Jurus Global Teleshop Kelola Ratusan Toko Gadget

Global Teleshop sempat kesulitan dalam mengelola ratusan toko mobile device-nya yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Namun, kini tidak lagi. Apa terobosannya?

Bisa dibayangkan betapa rumitnya mengelola ratusan gerai yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Hal itu pernah dialami manajemen PT Global Teleshop (GT). Betapa tidak, GT mesti mengelola 305 jaringan ritel toko gadget-nya yang tersebar di 133 kota di 23 provinsi di Indonesia.

Know Your Customer

Untuk mengikat loyalitas pelanggannya, setiap perusahaan dituntut mampu mengenali kebutuhan dan keinginan mereka. Bagaimana operator layanan seluler besar melakukannya?

“Know your customer”. Itulah mantra sakti yang sering diucapkan para konsultan pemasaran ketika memberikan wejangan soal cara memuaskan pelanggan. Namun, bagaimana cara mengenali keinginan pelanggan?

Tidak gampang memang. Terlebih pada industri yang memiliki dinamika bisnis dan tuntutan cukup tinggi, seperti industri telekomunikasi. Misalnya, bagaimana mengetahui pelanggan yang berkontribusi besar alias punya average revenue per user (ARPU) tinggi atau bagaimana bisa memberikan treatment yang tepat untuk pelanggan yang hanya doyan SMS.

Modernisasi Sistem Agar Lebih Fleksibel

Karena bisnis kemasannya terus berkembang, manajemen PT Avesta Continental Pack memutuskan memodernisasi sistem TI utamanya yang sudah dipakai selama hampir tiga dekade. Apa perubahan dan manfaat yang dirasakan?

Industri manufaktur, secara umum, tergolong industri yang agak ketinggalan dalam pemanfaatan teknologi informasi (TI) mutakhir dibandingkan jenis industri lainnya. Padahal, proses bisnisnya terbilang rumit. Apalagi, kalau bermain di industri kemasan fleksibel.

Di industri manufaktur jenis ini, banyak variabel yang harus dipertimbangkan sebelum order dapat dieksekusi seperti jenis bahan, jumlah warna, lapisan, lebar, panjang dan peralatan. Belum lagi, jika volume transaksi dalam proses produksinya tinggi, sehingga perlu proses entri yang cepat. Nah, jika tidak teliti, bisa fatal akibatnya. Dan, jika proses entri data dalam jumlah besar itu dilakukan secara manual, akan makan waktu lama dan tidak efisien.

Resep Jitu demi Keamanan dan Kesembuhan Pasien

Agar lebih efisien dalam melayani pasien dan menghindari kejadian reaksi obat merugikan, Puskesmas Babakan Sari menerapkan sistem Resep Elektronik. Bagaimana proses implementasinya di tengah karyawan Puskesmas yang semula umumnya gagap teknologi?

“Bapak bawa kartu berobatnya?” tanya seorang petugas Puskesmas Babakan Sari, Kiaracondong, Bandung, kepada seorang pria tua. Si Bapak hanya menggelengkan kepalanya. “Bapak pernah berobat ke sini? Siapa namanya?” tanya petugas itu lagi seraya mencari nama yang disebutkan pria tua itu. Setelah nama ditemukan, pasien membayar Rp 3.000, lalu menunggu giliran pemeriksaan. Selesai pemeriksaan dokter, si pasien langsung menuju ruang farmasi (apotek). Dia tampak tak membawa kertas bertuliskan resep obat. Tak lama menunggu, ia pun dipanggil untuk mengambil obatnya.

Agar Rekreasi Anda Nyaman

Guna mendukung proses kerja dan pengelolaan aneka wahana rekreasi di Taman Wisata Ancol, pihak PT Pembangunan Jaya Ancol terus memodernisasi sistem TI-nya. Begitu pula dengan aktivitas internal dan back office-nya.

Kawasan Taman Wisata Ancol bisa dibilang taman rekreasi lawas yang tak henti bersolek. Seperti tak mau kalah dari taman-taman rekreasi pendatang baru. Dari waktu ke waktu, ada saja fasilitas/wahana rekreasi baru yang disediakan.

Selamat Datang di Kampus-kampus Online

Untuk mendukung kegiatan akademis dan proses belajar-mengajar, sejumlah perguruan tinggi di Indonesia menerapkan sistem TI terpadu dan online. Seperti apa praktiknya dan apa manfaat yang sudah dipetik?

Betapa panjang dan melelahkan jika harus menangani ribuan, bahkan puluhan ribu, mahasiswa yang mengantre mengurus administrasi perkuliahan pada waktu bersamaan. Buat mahasiswa, bisa jadi urusan tersebut juga menjengkelkan, karena harus dilakukan tiap awal dan akhir semester. Di awal semester, selain antre membayar SPP, mahasiswa juga kudu mengambil formulir, berkonsultasi dan mengajukan Kartu Rencana Studi (KRS). Di akhir semester, meski libur kuliah, mahasiswa belum tenang kalau Kartu Hasil Studi (KHS) belum diambil. Lagi-lagi, ini juga harus antre.

Investasi Juga Butuh Rem dan Persneling

Untuk memberi rasa aman kepada nasabahnya (pemegang polis) dalam urusan investasi, Generali Indonesia mengembangkan sistem otomatis untuk memantau investasi nasabah yang disebut Auto Risk Management System. Apa saja manfaatnya?

The future can’t be predicted. Oleh karena itulah, berkembang produk asuransi. Namun, sebagai sebuah skema investasi, bukan berarti orang yang berasuransi bebas dari rasa khawatir. Sebab, portofolio investasi yang dijalankan perusahaan asuransi pun tak lepas dari risiko.

Agar Lebih Amanah dalam Mengelola Dana Umat

Untuk mendukung proses bisnis dalam hal menerima, mengelola, dan menyalurkan dana ZIS dari para donatur, Rumah Zakat terus menyempurnakan sistemnya yang berbasis TI. Kini, sungguh jauh dari kesan tradisional, bahkan manajemennya mirip bank modern.

“Halo, ini Rumah Zakat, ya? Saya mau bayar zakat, sekalian mau infak,” kata seorang pria di ujung telepon sana. “Betul, Pak. Alamat Bapak di mana? Nanti ZIS Consultant Rumah Zakat akan mendatangi rumah Bapak, dan melakukan akad dan ijab kabul di sana,” jawab seorang staf layanan pelanggan Rumah Zakat (RZ) dengan ramah.

Percakapan via telepon antara calon muzakki (donatur) dan staf layanan pelanggan RZ tersebut merupakan gambaran sepintas salah satu bentuk layanan lembaga zakat yang berdiri pada 1998 itu. Selain via telepon, para donatur yang akan membayar zakat, infak dan sedekah (ZIS) melalui RZ bisa mendatangi langsung kantor cabang, melalui pesan layanan SMS center, call center, ataupun website-nya (www.rumahzakat.org). “Sesuai fungsinya sebagai lembaga zakat, kami terus melakukan improvement dalam proses bisnis. Tentunya, teknologi informasi (TI) berperan penting dalam mendukung proses itu,” ujar Muhammad Trieha, Sekretaris Perusahaan RZ.

Powered by WordPress | Download FreeRingtones for Verizon Online. | Thanks to Highest CD Rates, Ally Bank Rates and Binaural & Isochronic Beats