Archive for the ‘International’ Category

Raksasa Ritel yang Awet Muda

Bisnis Tesco Plc. dirintis ketika dunia masih karut-marut dilanda Perang Dunia I. Berkat ekspansi yang dibarengi inovasi berkesinambungan, bisnisnya bukan hanya meluas ke seantero dunia, tetapi juga tetap adaptif hingga era smartphone sekarang.

Selain the Beatles dan Manchester United, masyarakat Inggris punya nama lain yang bisa dibanggakan, yakni Tesco. Namun, berbeda dari dua nama sebelumnya yang identik dengan dunia tontonan, nama terakhir ini berkiprah di dunia perdagangan.

Memang, Tesco patut dibanggakan, karena merupakan salah satu jagoan bisnis yang masih mampu bertahan hingga 8 dekade. Bukan sekadar bertahan, Tesco kini masih salah satu peritel terbesar di dunia, yang mengoperasikan 5.380 toko (terdiri dari superstore, supermarket dan convenience store) di 14 negara, mempekerjakan sekitar 490 ribu orang di seluruh dunia, dan melayani jutaan pelanggan tiap minggunya.

Sang Pembaru Industri Manufaktur Global

“Follow your passion, not the paycheck. If you work hard at what you believe in, the money will come.” (Mitch Free, pendiri, CEO & Presiden MFG.com)

Ide-ide terobosan memang dibutuhkan untuk merevolusi industri yang tergolong stagnan, seperti dilakukan Mitch Free dengan mendirikan MFG.com. Seperti apa peran online marketplace untuk transaksi B2B ini?

Sudah kenal nama MFG.com? Bila Anda dari kalangan pelaku industri manufaktur global, mungkin Anda mengenalnya, atau setidaknya pernah mendengar.

Berbagi Ilmu ala Raksasa Resto Cepat Saji

Yum! Brands memiliki dan mengelola merek-merek resto top yang jaringannya terbesar di dunia, terutama KFC, Pizza Hut dan Taco Bell. Ternyata, ada resep jitu di balik sukses ekspansi internasionalnya: kolaborasi dan berbagi know-how.

Anda mungkin belum kenal brand Taco Bell, resto yang menyajikan hidangan Meksiko. Namun, kemungkinan besar Anda sudah amat kenal dengan merek KFC dan Pizza Hut. Ketiga merek jaringan resto fast food terkenal di dunia ini dimiliki satu perusahaan, yakni Yum! Brands Inc., yang bermarkas di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat.

Abe’s Market, Sang Story-Teller Jempolan

Usia online marketplace khusus produk alami dan organik ini masih amat muda. Toh, dengan platform teknologinya yang interaktif dan pesona story-telling dari produk yang dijajakan, situs e-commerce ini dicintai tak hanya oleh mitra penjualnya, tetapi juga para konsumen.

Produk alami dan organik kini makin ngetren di berbagai belahan dunia. Penggemarnya makin banyak, seiring kesadaran orang untuk lebih sehat dan peduli lingkungan. Produsen dan pemasar produknya pun makin populer di mata media.

Jalan Panjang Hard Rock Menyenangkan Pelanggan

Karena jumlah pelanggannya tak henti bertambah, Hard Rock pun tak henti memperbaiki sistem pelayanan pelanggannya (CRM). Yang mutakhir, dengan menunggangi tren teknologi terbaru, sistem mobile-CRM diterapkan jagoan bisnis hospitality kontemporer ini.

Hard Rock telah dianggap sebagai salah satu ikon budaya kontemporer, jauh sebelum nama-nama jagoan media sosial seperti YouTube, Facebook dan Twitter membawa gelombang kultural jenis lainnya. Kehadiran para pengguncang budaya baru ini bukannya memupuskan nama Hard Rock, tetapi malah seperti memantapkannya pada posisi tersendiri, yakni sebagai jagoan bisnis hospitality, terutama buat kalangan pencinta musik. Salah satu buktinya, Hard Rock juga cukup piawai memanfaatkan dunia online dan jejaring sosial Facebook, Twitter, ataupun YouTube untuk kebutuhan promosinya.

DeviantART, Komunitas Online Seniman Sejagat

Di era ketika orang belum mengenal istilah media sosial, Angelo Sotira dkk. sudah menyuguhkan fitur-fiturnya lewat deviantART.com. Dengan loyalitas anggotanya, model bisnis yang realistis, dan inovasi tak henti, deviantART menjadi portal komunitas para seniman terbesar di dunia yang terus berkembang.

“Without deviation from the norm, progress is not possible”. Kata-kata provokatif dari Frank Vincent Zappa — komposer dan pemusik legendaris Amerika Serikat yang wafat pada Desember 1993 dalam usia 52 tahun – ini rupanya membekas betul di benak Angelo Sotira, yang memang mengagumi sosok Zappa. Maka, ketika anak muda kelahiran Yunani 14 Februari 1981 ini membesut bisnis digital start-up untuk ranah art (seni) pada tahun 2000 ia memakai nama deviantART (www.deviantart.com). “We love our name,” ujarnya bangga.

Dari Cost Centre Menjadi Profit Centre

Bagi maskapai besar sekelas British Airways, mengelola secara in-house urusan maintenance, repair & overhaul (MRO) armada pesawatnya memang lebih murah. Apa yang mendorong maskapai beromset US$ 12 miliar ini kemudian mengomersialkan kapabilitas MRO-nya?

Di dunia bisnis penerbangan, faktor keberhasilan bukan cuma dilihat dari seberapa banyak sebuah maskapai mampu membawa terbang penumpang. Bukan pula hanya dari berapa banyak frekuensi terbang armada pesawatnya. Sekarang, urusan pemeliharaan (maintenance) pesawat juga dianggap amat penting bagi keberhasilan sebuah maskapai mendatangkan laba.

Menanam Teknologi di Lahan Pertanian

Pasang-surut zaman telah menghiasi seabad lebih usia bisnis Monsanto Company, termasuk kontroversi yang ditimbulkan oleh produk-produk rekayasa genetiknya. Dalam mengarungi bisnis inovatif ini, penerapan bioteknologi nan canggih dipadankan Monsanto dengan pemanfaatan TI mutakhir.

Monsanto. Nama perusahaan ini dikenal khalayak Indonesia lantaran produk pertanian transgeniknya — baik kapas, kedelai, maupun jagung — dari beberapa tahun lalu hingga kini masih menimbulkan kontroversi. Kontroversi seperti ini juga sudah lama berlangsung di Eropa. Yang pasti, benih hasil rekayasa genetik (genetically modified) inovasi Monsanto ini secara umum lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit, dan mampu memberikan hasil panen berlipat dibandingkan benih biasa. Namun, kekhawatiran masih menghantui apakah produk hasil rekayasa genetik ini aman terhadap kesehatan manusia yang mengonsumsinya dalam jangka panjang.

Berbenah Data Ala Jagoan Bisnis Transportasi

Pengelolaan informasi dan database tak bisa dianggap sepele. U.S. Xpress, salah satu raksasa bisnis transportasi Amerika Serikat yang dikenal inovatif dalam pemanfaatan TI, sempat kelabakan. Bagaimana langkah pembenahannya?

Service that matters, driven by innovation. Siapa sangka yang punya moto canggih ini adalah perusahaan transportasi yang mengelola banyak truk dan trailer. Perusahaan ini adalah U.S. Xpress Enterprises.

Didirikan pada 1985 oleh Patrick Quinn dan Max Fuller, sekarang U.S. Xpress merupakan grup perusahaan transportasi swasta terbesar ketiga di Amerika Utara yang melayani aneka ragam solusi transportasi di seantero kawasan tersebut. Selain melayani pelanggannya dari seantero AS, perusahaan transportasi ini juga memenuhi kebutuhan pelanggan dari provinsi perbatasan di Kanada dan banyak tempat di Meksiko. Armadanya sekarang mencakup sekitar 8 ribu truk dan 22 ribu trailer.

“Kotak Musik” Ajaib Bernama Pandora.com

Tak banyak pemain di era awal gelombang dotcom yang mampu bertahan dan terus berkembang. Dengan model layanan yang fair dan dukungan teknologi mumpuni, Pandora berhasil memperoleh loyalitas dan respek dari semua kalangan.

Di ranah dotcom, masih ada satu pemain era gelombang dotcom pertama (akhir 1990-an hingga awal 2000-an) yang bukan hanya mampu bertahan, tetapi hingga kini masih menunjukkan prospeknya. Namanya Pandora Media Inc. (biasa disebut Pandora.com atau Pandora). Jumlah pengguna layanannya yang terdaftar sampai Februari 2010 mencapai 48 juta orang di Amerika Serikat. Per kuartal akhir 2009, pertama kalinya Pandora berhasil mencatat profit. Pada dasarnya, layanannya adalah distribusi musik secara online (via Internet).

Powered by WordPress | Download FreeRingtones for Verizon Online. | Thanks to Highest CD Rates, Ally Bank Rates and Binaural & Isochronic Beats