Simon Dale: Perusahaan Harus Siap Menerapkan Prinsip Sustainability

Simon Dale

Simon Dale

Hampir seluruh perusahaan yang ada di setiap negara berlomba-lomba untuk menjalankan bisnisnya sebaik mungkin guna meraih keuntungan. Hal tersebut dilakukan demi kelangsungan usaha, sehingga perusahaan bisa melakukan ekspansi. Dalam prakteknya, kelangsungan usaha sangat ditentukan oleh berbagai risiko dan beragam peluang yang tercipta dari kondisi sosial, lingkungan maupun ekonomi terkini. Apalagi dengan kemajuan teknologi saat ini, risiko dan peluang itu berkembang begitu cepat. Hal ini semakin menantang dunia usaha untuk siap dengan berbagai risiko dan peluang agar perusahaan tetap bisa mencetak laba dan menjalankan kegiatan manajemen secara seimbang.

Dalam rangka membantu dunia usaha menciptakan keuntungan secara berkesinambungan hingga ke tingkatan yang lebih strategis bagi manajemen sebuah perusahaan, SAP menciptakan sebuah solusi yang dinamakan dengan SAP Sustainability. Solusi ini merupakan kelanjutan dari manajemen kerja yang pada penggunaannya nanti akan mengoptimalkan efisiensi energi dan sumber daya alam dari proses produksi. Selain itu, dalam implementasinya juga dapat memberikan transparansi yang lebih besar dalam upaya pengelolaan karbon dalam rangka mengurangi biaya dan menjaga emisi karbon secara komprehensif. Sebenarnya seperti apakah SAP Sustainability Report? Bagaimana penerapannya di Indonesia? Simon Dale, Senior Vice President Business User and Platform APJ SAP Asia memberikan penjelasan kepada wartawan SWA, Army Meidinasari. Berikut petikannya.

Apa latar belakang SAP bikin aplikasi sustainability report?

Dunia membicarakan tentang topik sustainability, sesuatu yang sangat kompleks. Semua orang memiliki pandangan yang sama mengenai sustainability, baik itu cuaca, mesin-mesin perusahaan, manajemen, maupun karyawan dan masyarakat atau juga berkaitan tentang pemenuhan regulasi pemerintah, dampak yang terjadi di dunia, atau mengenai tren yang sedang terkenal saat ini seperti generasi 3G dan sebagainya. Itu adalah topik yang sesuai dengan kenyataan.

Apa yang SAP lakukan adalah belajar dengan waktu yang lama, belajar tentang isu sustainability. Kami berusaha untuk menjadi perusahaan yang mendukung sustainability. Kami meluncurkan sustainability report. Kami melihat isu, kemudian melihat market serta menyediakan solusi untuk menolong perusahaan menjadi sustainable. Itu semua bergantung pada industri dan bagaimana mereka melihat peluang untuk berbisnis dengan memperhatikan sustainability.

Mungkin sebagian besar CEO perusahaan biasanya bisanya menaruh perhatian lebih terhadap sustainability. Misalnya saja, mereka ingin berkontribusi terhadap masyarakat atau mereka memiliki anak cucu yang harus hidup di dunia yang baik beberapa tahun mendatang. Mungkin mereka yang di bisnis retail juga berpikiran untuk menghemat uang serta lebih ‘hijau’ dalam melaksanakan bisnisnya. Atau, mungkin juga mereka memikirkan orang-orang yang berada di lingkungan bisnisnya, bagaimana masyarakat melihat reputasi mereka sebagai perusahaan dalam jangka waktu yang lama.

Akan berbahaya apabila suatu saat, misalnya, dari Greenpeace akan melakukan komplain terhadap produk yang menyebabkan kerusakan dan dari situ kompetisi pun akan terjadi. Sustainability report juga dapat memberikan peluang lain kepada perusahaan untuk memperkenalkan new green product, menjadi berbeda, dan lebih peduli terhadap manusia serta lingkungan.

Apakah SAP merupakan yang pertama menciptakan solusi sustainability report ini?

Kami bukan yang pertama, tapi berdasarkan Dow Jones Sustainability Index, kami menempati urutan pertama untuk software industry yang memiliki sustainability report. Tidak cuma reporting yang kami lakukan untuk sustainable, tapi juga pengelolaan management, agar kami menjadi perusahaan penyedia software yang sustainable.

Apa keuntungan aplikasi ini dibandingkan dengan aplikasi report biasa?

Kami memiliki senior leadership yang percaya bahwa sustainability itu sangat penting. Jadi mereka juga ingin menunjukkan kepada masyarakat dan market bahwa mereka adalah perusahaan sustainable. Kami juga percaya terhadap market yang berbeda bahwa lebih banyak perusahaan ingin terlihat sustainable dan kita menunjukkan bahwa kami merupakan company provider yang menyediakan layanan untuk sustainibility. Report yang kami produksi menggunakan teknologi yang terintegrasi dan komprehensif.

Lalu apa keuntungan dari tersedianya dashboard dalam aplikasi?

Ketika organisasi memutuskan untuk menjalankan prinsip sustainable, maka entah bagaimana mereka mengubah cara kerjanya. Perangkat kami mengizinkan mereka untuk mempergunakan cara terbaik dalam memonitor laporan. Misalnya, peta dan matrik yang tersedia, highlight laporan-laporan. Pada matrik bisa scroll ke area yang berbeda sesuai dengan yang diinginkan. Inilah dashboard kami yang digunakan untuk solusi sustainability. Sangat menarik dan manageable. Di balik dashboard terdapat produk untuk meng-capture informasi, dan aplikasi-aplikasi bisnis yang digunakan.

Bagaimana teknologi sosial media dikaitkan dengan aplikasi ini?

Kalau kita melihat sustainability report, kita akan menemukan banyak elemen. Dan, orang-orang banyak memperbincangkan isu sustainability tersebut beserta elemen-elemennya menggunakan media sosial. Terdapat beberapa grup tentang sustainability di media sosial dengan berbagai topik misalnya green topic, energy topic atau waste topic atau apapun dalam waktu yang lama. Kami menggunakan grup di media sosial untuk mengkomunikasikan sustainability kami.

Siapa target pasar aplikasi ini di Asia dan di Indonesia?

Ada sekitar 400 perusahaan di wilayah Asia, tapi di Indonesia belum ada. Ini adalah isu global di banyak perusahaan. Senang atau tidak, perusahaan harus siap untuk melakukan hal yang berkenaan dengan sustainability.

Industri apa saja yang banyak menggunakannya?

Ada dua aspek penting mengenai industri mana yang banyak menggunakannya. Pertama adalah industri-industri yang memiliki dampak tinggi terhadap lingkungan seperti mining, oil and gas, palm oil lalu consumer product seperti shampoo. Kedua adalah organisasi pemerintahan.

Menurut Anda, kapan Indonesia dapat siap mengimplementasikan solusi ini?

Saya tidak berpikir Indonesia berbeda dengan negara lainnya. Sama seperti kita lihat di Philipina, Malaysia, di mana perusahaan belum menganggap serius hal ini. Tetapi mereka pasti akan mengimplementasikannya karena banyak perusahaan Indonesia yang mengeskpor barangnya ke luar negeri dan di luarsana sudah menganggap ini adalah hal penting.

Berapa harga lisensinya?

Bergantung kepada apa yang dipakai. Seperti software, engine, packing product, dan reporting tool juga bergantung kepada bagaimana reporting mau ditampilkan sesuai dengan permintaan dan dashboard seperti apa yang akan digunakan. Kami membantu customer agar mereka dapat melihat nilai lebih yang akan didapat apabila berinvestasi pada teknologi ini.

Apa yang diharapkan dari solusi ini?

Saya berharap kami dapat mengajak perusahaan-perusahaan di Indonesia dan membantu mereka mengerti topik mengenai sustainability ini. Ini adalah peluang kita untuk menjalin kerjasama dengan Indonesia dan membutuhkan waktu yang lama.

  • Share/Save/Bookmark
You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Simon Dale: Perusahaan Harus Siap Menerapkan Prinsip Sustainability”

  1. [...] This post was mentioned on Twitter by SWA Media Inc., CIO Society. CIO Society said: Simon Dale: Perusahaan Harus Siap Menerapkan Prinsip Sustainability, SAP punya solusinya http://ciosociety.com/?p=1637 #CIO [...]

Leave a Reply

 
Powered by WordPress | Download FreeRingtones for Verizon Online. | Thanks to Highest CD Rates, Ally Bank Rates and Binaural & Isochronic Beats