Kompas iPad: Memberikan Pengalaman Baru bagi Pembaca

Aplikasi Kompas di iPad

Aplikasi Kompas di iPad (sumber: Kompas.com)

Sejak diperkenalkan oleh Apple akhir Januari lalu, Ipad berhasil menyedot perhatian sejumlah pihak. Komputer tablet yang menggunakan sistem operasi Mac OS X tersebut memiliki beberapa aplikasi yang dapat dimanfaatkan oleh para penggunanya. Di antaranya adalah iBook, iWork, dan iTunes. iBook yakni sebuah aplikasi yang digunakan tidak hanya untuk membaca saja, tetapi juga menjelajah dan membeli buku-buku berformat digital (e-books) dari iBookstore. Aplikasi ini dapat diunduh di App Store secara gratis, namun baru tersedia di AS. iWork adalah aplikasi yang dapat membantu pengguna membuat presentasi, dokumen, maupun spreadsheet. Sedangkan iTunes adalah aplikasi yang dapat digunakan untuk menjelajah dan mengunduh musik, tayangan televisi, video maupun podcasts melalui iTunes Store.

Beberapa aplikasi tersebut dapat dilihat sebagai peluang bisnis. Sebagai contoh adalah harian Kompas yang telah mengeluarkan aplikasi Kompas iPad pada akhir Juni lalu. Aplikasi Kompas telah tersedia di bursa aplikasi iTunes dengan nama Kompas Editor’s Choice. Latar belakang alasan Kompas meluncurkan aplikasi untuk iPad yakni melihat bahwa komputer tablet tersebut merupakan salah satu wahana atau medium untuk mengirimkan konten kepada pembaca. “Karena itu Kompas memanfaatkannya. Ini pun sejalan dengan kebijakan triple M yaitu multichannel, multiplatform, dan multimedia Kompas, yang ingin hadir di seluruh medium, yang bisa memberikan kemudahan bagi para pembaca,” papar Taufik Mihardja, Executive Director Kompas.com

Dalam membuat konten untuk iPad ini Kompas membutuhkan waktu tiga bulan sebelum akhirnya diluncurkan. Selain itu, dipersiapkan pula tim yang akan mengelola konten Kompas di iPad. Termasuk di dalamnya desainer dan photo adjuster. Sebuah tim kecil yang baru juga disiapkan untuk melayani Kompas Editors’s Choice. Tetapi tim ini belum bisa melakukan “pemindahan” seluruh konten Kompas cetak ke iPad. “Sedangkan dari sisi teknologinya, kami juga berpartner dengan pihak ketiga. Kami tidak merekrut programmer, tetapi perusahaan dari Malaysia yang membuatkan aplikasi ini,” kata Taufik lagi.

Menurut Taufik, dengan adanya program baru ini Kompas ingin memberikan pengalaman baru kepada pembaca dalam menikmati konten Kompas. “Dengan menggunakan iPad, pembaca bisa menikmati konten yang jauh lebih luas daripada yang bisa kami sajikan di print. Foto-foto bisa lebih banyak dan lebih indah, serta ada suguhan video,” ungkapnya. Selain itu, dengan adanya konten di iPad ini diharapkan bisa memunculkan pendapatan baru dari iklan, dan ke depannya kemungkinan besar dari pelanggan Kompas melalui iPad.

Terkait dengan biaya berlangganan, dikemukakan Taufik bahwa saat ini Kompas belum membahasnya secara rinci. “Tetapi pasti akan lebih murah daripada harga print,” ucapnya. Mengenai perolehan dari iklan, Taufik mengemukakan saat ini iklan sudah masuk di konten Kompas iPad, meskipun iPadnya belum resmi diluncurkan di Indonesia. Dan dalam waktu dekat, jumlah perolehan iklan akan menutup biaya operasionalnya.

Sebelumnya, Kompas pun telah mengeluarkan Kompas e-paper ataupun Kompas online. Dipaparkan pula oleh Taufik, perbedaan yang paling terlihat di antara produk tersebut yaitu aplikasi terbaru ini memiliki interaktivitas yang tinggi. “Kita bisa menyediakan banyak foto, video, grafis, konten menjadi lebih lengkap dan lebih dalam. Hal yang tidak bisa dilakukan dengan e-paper. Selain itu, juga memberikan sentuhan gaya, ketika kita membaca Kompas di iPad,” tandasnya.

Untuk sementara, Kompas pun memilih secara terbatas berita-berita untuk iPad, yakni berita nasional, ekonomi dan humaniora, ditambah piksel dan video. Pemilihan artikel tersebut dilakukan dengan pertimbangan bahwa artikel-artikel tersebut diyakini dapat menarik pembaca, dan Kompas belum dapat memberikan konten lebih banyak di iPad

Dengan masuknya aplikasi Kompas Editor’ Choice di iTunes, maka tentu saja terjalin kerjasama bisnis antara kedua belah pihak. Setiap penjualan oleh iTunes, mereka mendapatkan 30%. adapun nilai investasi yang digelontorkan untuk aplikasi ini, Taufik enggan memaparkannya. “Investasinya tidak besar,” tegasnya. Ke depannya Kompas masih mengembangkan berbagai rencana layanan, terutama untuk mempersiapkan konten untuk para pelanggan berbayar.

  • Share/Save/Bookmark
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

 
Powered by WordPress | Download FreeRingtones for Verizon Online. | Thanks to Highest CD Rates, Ally Bank Rates and Binaural & Isochronic Beats