Menjadi CIO dan Selanjutnya …

Cosmas Christanmas

Cosmas Christanmas

Belasan tahun bekerja di sebuah perusahaan yang sama dalam fungsi yang sama – langsung setelah lulus S-1 – jelas sebuah bentuk kesetiaan yang cukup mengagumkan. Apalagi bila sang profesional itu berasal dari perguruan tinggi bergengsi dan berbekal ilmu teknik yang bisa dengan mudah mendulang penghasilan tinggi di pasar kerja.

Kesetiaan kerja di satu perusahaan itu memang berbuah dalam bentuk pelatihan dan pendidikan yang berkelanjutan (hingga S-2 bahkan mungkin S-3), pengalaman kerja di lingkup nasional bahkan internasional, serta penghasilan dan tunjangan yang memadai. Namun semua itu belum cukup menjadikan sang profesional tadi sebagai Chief Information Officer (CIO), pemimpin tertinggi perusahaan dalam fungsi teknologi/sistem informasi. Dalam organisasi yang besar dengan banyak orang TI yang sama andalnya, untuk menjadi CIO memerlukan waktu yang mungkin lebih lama lagi.Memang, untuk dinilai layak menjadi CIO, seorang calon perlu memiliki wawasan bisnis dan kepemimpinan. Wawasan strategis bisnis diperlukan untuk memadukan TI sebagai alat dukung dan pencapai sasaran bisnis yang menjadikan perusahaan unggul di industrinya. Unggul dalam hal menurunkan biaya operasional, lebih tertib dalam proses kerja dan administrasi, yang akhirnya meningkatkan daya saing dalam bentuk mutu barang/jasa yang dihasilkan, serta layanan pascajualnya. Adapun kepemimpinan dibutuhkan untuk mengarahkan perubahan – khususnya cara kerja – dalam organisasi. Dan jangan lupa, semua kemampuan yang bagus itu masih harus terlihat jelas secara benar oleh pemimpin (top management) perusahaan. Jadi, seorang profesional TI tidak bisa duduk manis di meja kerjanya saja (dan asyik dengan 3C alias computer, cigarette dan coffee), tetapi harus lebih “menjual diri”. Sebab, aspek visibilitas itu cukup penting.

Dengan TI sebagai enabler dan driver bisnis, memang bisa lebih mudah meningkatkan keunggulannya dalam perencanaan dan pengendalian proses kerja. Juga, menawarkan kemudahan dalam pelayanan yang akhirnya bisa meningkatkan kepuasan pelanggan. Dengan TI, perusahaan dapat beroperasi secara lebih efisien dan efektif. Kendati begitu, jangan kaget kalau seorang peserta pemilihan Future IT Leader yang telah berhasil menurunkan biaya operasional perusahaannya secara nyata, bisa serta-merta menjadi CIO. Seorang peserta lain lagi dari sebuah perusahaan besar, yang mengaku datang dengan dukungan top management perusahaannya yang bangga dengan keunggulan solusi TI-nya, bahkan berada tiga tingkat di bawah posisi Chief Executive Officer (CEO), alias di bawah level manajer.

Menjadi CIO perlu waktu dan proses integrasi dalam organisasi. Sang profesional TI harus bisa menyatukan TI dan dirinya sendiri dengan seluruh proses kerja organisasi, bukan sekadar mengelola perangkat TI sebagai alat yang dipergunakan. Untuk itulah seorang (calon) CIO yang lebih menguasai strategi dan proses bisnis di samping TI, akan lebih diterima karena kemampuannya memahami kebutuhan organisasi dan berbicara dalam bahasa yang dimengerti kalangan bisnis (business people).

CIO merupakan jabatan puncak bagi orang yang berkarier di bidang TI, tetapi mestinya bukanlah akhir karier yang bisa diraih oleh seorang profesional sejati. Ada contoh profesional TI di Indonesia generasi awal yang berhasil menjadi CEO sukses di perusahaannya (yang bahkan bukan perusahaan TI).

Karena itu, menjadi CIO pun bukan untuk diemban sepanjang masa. Selain karena masih ada peluang menjadi CEO, juga berkembangnya dinamika dunia bisnis itu sendiri. Misalnya, adanya kecenderungan merger antarperusahaan atau proses akuisisi yang terus terjadi, seseorang bisa saja kehilangan jabatan CIO dalam waktu singkat dan tak terduga. Maka, seorang CIO dituntut selalu tanggap terhadap perkembangan teknologi dan bisnis agar dirinya tetap eksis dan aktual dalam komunitasnya. Jangan sampai sesudah susah payah menjadi CIO, kelanjutannya malah career is over.

Penulis adalah Leading Consultant PT Chitrah Cendekia Indonesia

(www.chitrah.com), perusahaan executive search, yang menghadirkan tulisan ini sebagai catatan dari ajang SWA IT Leadership (Best e-Corp & CIO) 2010.

  • Share/Save/Bookmark
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

 
Powered by WordPress | Download FreeRingtones for Verizon Online. | Thanks to Highest CD Rates, Ally Bank Rates and Binaural & Isochronic Beats