Berbicara tentang sosok legendaris di dunia TI di Indonesia, tidak lengkap rasanya jika tidak menyebut nama Onno W. Purbo. Pasalnya, pria kelahiran Bandung 17 Agustus 1962 ini ikut memberikan cetak biru terhadap pengembangan Internet di Indonesia.
Lewat program RT/RW Net, Onno berusaha menjadikan akses Internet lebih murah sehingga bisa menjangkau lebih banyak orang lagi. “Saya mau melihat 240.000 sekolah Indonesia tersambung ke Internet, 2,5 juta guru dan 46,5 juta siswa Indonesia melek TI,” katanya tegas.
Bahkan, ayah lima anak ini menancapkan cita-cita yang sangat mulia, yaitu menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang maju dan berkiprah dengan kekuatan otak. “Kebetulan TI menjadi amat strategis bagi sebuah bangsa yang ingin berkiprah dengan otaknya,” ujarnya.
Upaya Onno ke arah itu dirintisnya setelah menyelesaikan studi di Kanada. Lulusan terbaik Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung tahun 1987 ini langsung menyingsingkan lengan baju untuk ikut membenahi sistem jaringan komputer dan Internet di Indonesia. Ia memulainya dari lingkungan terkecil: tempatnya mengajar, ITB. Ia punya ambisi besar, yakni mewujudkan gatewayInternet pendidikan yang bisa mengaitkan berbagai lembaga pendidikan yang ada. Kebetulan ITB masuk ke dalam jaringan kerja Asia Internet Interconnection Intiatives (AI3) Project yang bermarkas di Jepang.
Satuan tugas AI3 ITB mendapat dukungan penuh civitas akademika, hingga timnya dapat bekerja lebih leluasa tanpa gangguan birokrasi ini-itu. ITB akhirnya mampu mewujudkan gateway pada kecepatan 2 Mbps, selain memasang serat fiber optik sepanjang 11 kilometer, yang mengikat kawasan kampus menjadi satu kesatuan. Warga ITB bisa menikmati Internet dengan harga superhemat: Rp 10 ribu per bulan.
Dalam benak Onno, seharusnya tak hanya warga ITB yang berhak menerima fasilitas Internet supermurah tersebut. Semestinya layanan tersebut bisa dinikmati seluruh rakyat Indonesia.
Karena ketekunan dan kepakarannya, sederet penghargaan telah dia raih. Sebut saja, Golden Award for Indonesian Telematika Figure dari Kamar Dagang Indonesia (2000), ASEAN Outstanding Engineering Achievement Award dari ASEAN Federation of Engineering Organization (1997), dan Adhicipta Rekayasa dari Persatuan Insinyur Indonesia, selain tercatat dalam buku American Men and Women of Science (1992).

January 20th, 2010
Taufik Hidayat
Posted in





