
December 28th, 2011

A. Mohammad B.S.

Januar Chandra
Global Teleshop sempat kesulitan dalam mengelola ratusan toko mobile device-nya yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Namun, kini tidak lagi. Apa terobosannya?
Bisa dibayangkan betapa rumitnya mengelola ratusan gerai yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Hal itu pernah dialami manajemen PT Global Teleshop (GT). Betapa tidak, GT mesti mengelola 305 jaringan ritel toko gadget-nya yang tersebar di 133 kota di 23 provinsi di Indonesia.
Kerumitan akan dirasakan dalam hal bagaimana memantau pergerakan dan persediaan barang di tiap gerai, bagaimana mengetahui kebutuhan suatu gerai terhadap jenis ponsel tertentu, bagaimana mengetahui jumlah transaksi yang terjadi, bagaimana rantai pasoknya, hingga bagaimana mengelola aset perusahaan dan kebutuhannya di tiap gerai. Tentunya, cukup merepotkan ketika semuanya mesti dilakukan secara manual. “Dulu, ketika jumlah outlet masih belasan, semuanya masih bisa dikelola dan dikerjakan secara manual. Walaupun ada saja masalahnya, seperti barang sering hilang atau duit tidak masuk,” ungkap Andreas Thamrin, Direktur Operasional GT, mengenang. “Tetapi, ketika jumlah outlet sudah mencapai ratusan, dan tersebar di berbagai kota, tidak mungkin lagi dikelola secara manual. Jadi, perlu ditangani dengan sistem TI,” ia menambahkan.
Read more »

December 19th, 2011

A. Mohammad B.S.

Eri Fizal dan Elsa Maria
Untuk mengikat loyalitas pelanggannya, setiap perusahaan dituntut mampu mengenali kebutuhan dan keinginan mereka. Bagaimana operator layanan seluler besar melakukannya?
“Know your customer”. Itulah mantra sakti yang sering diucapkan para konsultan pemasaran ketika memberikan wejangan soal cara memuaskan pelanggan. Namun, bagaimana cara mengenali keinginan pelanggan?
Tidak gampang memang. Terlebih pada industri yang memiliki dinamika bisnis dan tuntutan cukup tinggi, seperti industri telekomunikasi. Misalnya, bagaimana mengetahui pelanggan yang berkontribusi besar alias punya average revenue per user (ARPU) tinggi atau bagaimana bisa memberikan treatment yang tepat untuk pelanggan yang hanya doyan SMS. Read more »

November 29th, 2011

A. Mohammad B.S.

Ramdhan Safitri
Sebagai perusahaan bentukan baru hasil akuisisi, Mandiri Tunas Finance dituntut memiliki sistem independen yang terpisah dari sistem yang dimiliki induk perusahaan sebelumnya. Bagaimana liku-liku dan keruwetan proses migrasi sistem yang harus dilalui Tim TI-nya?
Kalau ada perpindahan kantor, yang repot bukan hanya staf bagian urusan umum (general affairs) ataupun bagian pengadaan, tetapi juga staf teknologi informasi. Contohnya, yang terjadi pada Mandiri Tunas Finance (MTF). Read more »

November 29th, 2011

Joko Sugiarsono

John Edward Cohen, Tesco Plc.
Bisnis Tesco Plc. dirintis ketika dunia masih karut-marut dilanda Perang Dunia I. Berkat ekspansi yang dibarengi inovasi berkesinambungan, bisnisnya bukan hanya meluas ke seantero dunia, tetapi juga tetap adaptif hingga era smartphone sekarang.
Selain the Beatles dan Manchester United, masyarakat Inggris punya nama lain yang bisa dibanggakan, yakni Tesco. Namun, berbeda dari dua nama sebelumnya yang identik dengan dunia tontonan, nama terakhir ini berkiprah di dunia perdagangan.
Memang, Tesco patut dibanggakan, karena merupakan salah satu jagoan bisnis yang masih mampu bertahan hingga 8 dekade. Bukan sekadar bertahan, Tesco kini masih salah satu peritel terbesar di dunia, yang mengoperasikan 5.380 toko (terdiri dari superstore, supermarket dan convenience store) di 14 negara, mempekerjakan sekitar 490 ribu orang di seluruh dunia, dan melayani jutaan pelanggan tiap minggunya. Read more »

November 29th, 2011

A. Mohammad B.S.

Berry Karlis
Karena bisnis kemasannya terus berkembang, manajemen PT Avesta Continental Pack memutuskan memodernisasi sistem TI utamanya yang sudah dipakai selama hampir tiga dekade. Apa perubahan dan manfaat yang dirasakan?
Industri manufaktur, secara umum, tergolong industri yang agak ketinggalan dalam pemanfaatan teknologi informasi (TI) mutakhir dibandingkan jenis industri lainnya. Padahal, proses bisnisnya terbilang rumit. Apalagi, kalau bermain di industri kemasan fleksibel.
Di industri manufaktur jenis ini, banyak variabel yang harus dipertimbangkan sebelum order dapat dieksekusi seperti jenis bahan, jumlah warna, lapisan, lebar, panjang dan peralatan. Belum lagi, jika volume transaksi dalam proses produksinya tinggi, sehingga perlu proses entri yang cepat. Nah, jika tidak teliti, bisa fatal akibatnya. Dan, jika proses entri data dalam jumlah besar itu dilakukan secara manual, akan makan waktu lama dan tidak efisien. Read more »

October 26th, 2011

Joko Sugiarsono

Mitch Free, Chairman and CEO of MFG.com
“Follow your passion, not the paycheck. If you work hard at what you believe in, the money will come.” (Mitch Free, pendiri, CEO & Presiden MFG.com)
Ide-ide terobosan memang dibutuhkan untuk merevolusi industri yang tergolong stagnan, seperti dilakukan Mitch Free dengan mendirikan MFG.com. Seperti apa peran online marketplace untuk transaksi B2B ini?
Sudah kenal nama MFG.com? Bila Anda dari kalangan pelaku industri manufaktur global, mungkin Anda mengenalnya, atau setidaknya pernah mendengar.
Read more »

October 26th, 2011

A. Mohammad B.S.

Dokter Ira Dewi Jani
Agar lebih efisien dalam melayani pasien dan menghindari kejadian reaksi obat merugikan, Puskesmas Babakan Sari menerapkan sistem Resep Elektronik. Bagaimana proses implementasinya di tengah karyawan Puskesmas yang semula umumnya gagap teknologi?
“Bapak bawa kartu berobatnya?” tanya seorang petugas Puskesmas Babakan Sari, Kiaracondong, Bandung, kepada seorang pria tua. Si Bapak hanya menggelengkan kepalanya. “Bapak pernah berobat ke sini? Siapa namanya?” tanya petugas itu lagi seraya mencari nama yang disebutkan pria tua itu. Setelah nama ditemukan, pasien membayar Rp 3.000, lalu menunggu giliran pemeriksaan. Selesai pemeriksaan dokter, si pasien langsung menuju ruang farmasi (apotek). Dia tampak tak membawa kertas bertuliskan resep obat. Tak lama menunggu, ia pun dipanggil untuk mengambil obatnya. Read more »

September 14th, 2011

A. Mohammad B.S.

Hanurawan Nugroho
Guna mendukung proses kerja dan pengelolaan aneka wahana rekreasi di Taman Wisata Ancol, pihak PT Pembangunan Jaya Ancol terus memodernisasi sistem TI-nya. Begitu pula dengan aktivitas internal dan back office-nya.
Kawasan Taman Wisata Ancol bisa dibilang taman rekreasi lawas yang tak henti bersolek. Seperti tak mau kalah dari taman-taman rekreasi pendatang baru. Dari waktu ke waktu, ada saja fasilitas/wahana rekreasi baru yang disediakan. Read more »

September 13th, 2011

Joko Sugiarsono

David Novak, CEO Yum Brand
Yum! Brands memiliki dan mengelola merek-merek resto top yang jaringannya terbesar di dunia, terutama KFC, Pizza Hut dan Taco Bell. Ternyata, ada resep jitu di balik sukses ekspansi internasionalnya: kolaborasi dan berbagi know-how.
Anda mungkin belum kenal brand Taco Bell, resto yang menyajikan hidangan Meksiko. Namun, kemungkinan besar Anda sudah amat kenal dengan merek KFC dan Pizza Hut. Ketiga merek jaringan resto fast food terkenal di dunia ini dimiliki satu perusahaan, yakni Yum! Brands Inc., yang bermarkas di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat. Read more »

September 13th, 2011

Joko Sugiarsono

Jon Polin (left) and Richard Demb Founder (right), Abe's Market
Usia online marketplace khusus produk alami dan organik ini masih amat muda. Toh, dengan platform teknologinya yang interaktif dan pesona story-telling dari produk yang dijajakan, situs e-commerce ini dicintai tak hanya oleh mitra penjualnya, tetapi juga para konsumen.
Produk alami dan organik kini makin ngetren di berbagai belahan dunia. Penggemarnya makin banyak, seiring kesadaran orang untuk lebih sehat dan peduli lingkungan. Produsen dan pemasar produknya pun makin populer di mata media. Read more »